September 24, 2015

Mengenal ular berbisa si “Pendatang Baru”


           
         Acanthopis cryptamydros , Si “Pendatang Baru” ini ditemukan di wilayah kimberley , barat laut Australia. Nama ilmiahnya diambil dari bahasa yunani kryptos (samar, tersembunyi) dan amydros (tak terang). Spesies yang beru ditemukan ini termasuk dalam Acanthophis, sebuah genus ular yang sangat berbisa dan biasa ditemukan di Australia, Papua New Guinea , dan di beberapa pulau di Indonesia. Ular tersebut mempunyai panjang 60 cm dan memiliki kepala berbentuk berlian dengan badan yang kuat. Spesies ini merupakan tipikal predator yang diam dan menunggu , terus berkamuflase sampai bisa menyergap katak , kadal , atau mamalia kecil yang lewat.
            Kisaran spesies di wilayah tersebut diketahui terbentang dari wotjulum di bagian barat hingga kununurra di timur. Spesies ini juga ditemukan di beberapa pula lepas pantai termasuk Koolan, Bigge, Boongaree, Wulalam, dan sebuah pulau tanpa nama di Teluk Talboot.
            Peneliti dari Bangor university dan Western Australian Museum , mengidentifikasikan karakteristik dari ular yang hidup diwilayah Kimberley ini diantaranya :

Keluarga kemiripan (Family resemblance)
‘Anehnya, ular itu sangat mirip dengan yang bukan kerabat genetiknya sendiri” kata Simon Maddock , mahasiswa PhD di Natural History Museum dan University College London , yang memimpin penelitian.
Ini berarti bahwa kemiripan antara ular berbisa Kimberley dan yang lain di wilayah ini terjadi melalui konvergensi evolusi, dimana spesies yang bukan kerabat dekat berakhir dengan ciri-ciri yang sama karena mereka berbagi lingkungan yang sama.
Tidak jelas berapa banyak spesies ular ini ada di alam liar, kata Maddock, namun mereka ‘mugkin cukup langka’. Dan mengingat jumlah spesies baru yang ditemukan di Kimberley baru-baru ini , termasuk katak, kadal dan banyak tanaman , itu mungkin hanya salah satu dari banyak ular yang sulit diidentifikasi di sebelah barat Australia.

Dibawah ancaman (under threat)
Seperti ular berbisa mematikan lain di wilayah ini , Acanthophis cryptamydros berada di bawah ancaman dari kodok sangat beracun yang membuat mereka berjalan ke arah barat melintasi Kimberley.
‘Sepertinya populasi dari ular berbisa ini pada umumnya menurun di daerah ini’ kata Maddock, ‘dan ada catatan bahwa dari mereka ada yang memakan kodok beracun ini. Ini berpotensi menjadi ancaman besar’.
Kodok mematikan bisa bergerak ke barat dengan kecepatan 40 sampai 60 kilometer setiap tahun , menurut analisis para ilmuwan di situs canetoadsinoz.com. Maddock dan timnya berpikir bahwa penilaian rinci dari potensi ancaman kematian ular berbisa di Kimberley , termasuk kodok , akan menyebabkan daftar sebagai spesies yang memerlukan perlindungan di bawah negara Australia atau undang-undang federal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar